Beberapa detik yang lalu saya telah membaca info kesehatan tentang derita anak yatim piatu korban ebola, ditelantarkan kerabat hingga trauma.
Sepertinya ini sangat menarik untuk dibahas di blog ini. Baiklah guys, berikut ini berita lengkapnya.
Derita Anak Yatim Piatu Korban Ebola, Ditelantarkan Kerabat Hingga Trauma
Dilanjutkan Crowe bahwa pemkitangan yang dilihatnya secara langsung ini sangat menyedihkan. Pasalnya, ditolak oleh keluarga sendiri membuat anak-anak rentan merasa diabaikan dan ditelantarkan. Mereka pun akhirnya sebaiknya hidup di jalanan yang notabene membuat mereka lebih rentan tertular Ebola.
Manuel Fontaine, Direktur UNICEF untuk Regional Afrika Barat dan Tengah, mengatakan bahwa Ebola tidak hanya membunuh manusia. Ebola juga membuat manusia yang hidup menjadi lebih kejam, bahkan terhadap anak-anak.
"Ebola membuat resah masyarakat, khususnya anak-anak. Reaksi normal seperti membelai dan menenangkan anak yang sakit dapat menjadi hukuman mati bagi orang yang melakukannya," tutur Fontaine.
UNICEF memperkirakan ada sekitar 3.700 anak yang kehilangan orang tuanya, entah itu salah satu atau kedua-duanya. Sehingga, mereka berencana memaksimalkan peran para survivor Ebola untuk mengasuh anak-anak tersebut di pusat karantina.
"Anak-anak melihat anggota keluarga mereka, ayah, ibu atau kakak, ditangkap dan dibawa ke pusat karantina oleh orang-orang dengan baju astronot yang menakutkan. Ini dapat membuat mereka stres dan trauma," lanjut Crowe.
Sekitar 2.500 orang survivor tersebut akan diberikan pelatihan sederhana tentang bagaimana mengurus anak dengan dugaan penyakit menular. Selain itu anak-anak juga akan diberikan pelatihan psikologi agar trauma yang mereka alami dapat hilang atau minimal berkurang.
Demikianlah tips tentang derita anak yatim piatu korban ebola, ditelantarkan kerabat hingga trauma. Semoga bermanfaat.
Referensi artikel: