Berita Kesehatan - Dua Sisi Cacing Parasit: Berbahaya Tapi Bisa Menangkal Penyakit 'Modern'

Dua Sisi Cacing Parasit: Berbahaya Tapi Bisa Menangkal Penyakit 'Modern' - Met pagi masyarakat. Bagaimana dengan aktifitas anda di hari ini?
Beberapa detik yang lalu saya telah membaca info kesehatan tentang dua sisi cacing parasit: berbahaya tapi bisa menangkal penyakit 'modern'.
Sepertinya ini lumayan menarik untuk dibahas di blog ini. Baiklah guys, berikut ini info lengkapnya.

Dua Sisi Cacing Parasit: Berbahaya Tapi Bisa Menangkal Penyakit 'Modern'


Info Kesehatanmengatakan hal itu usai dikukuhkan sebagai guru besar di kampusnya, Sabtu (20/12/2014).

"Saya katakan cacing ibarat dua sisi mata uang. Satu sisi berbahaya dan memang sebaiknya diberantas, tapi di sisi lain punya manfaat bagi sistem imun," kata Prof Taniawati, ditemui usai upacara pengukuhan.

Penelitian yang dilakukan Prof Taniawati didasarkan pada hygiene hypotesis, yang mengatakan bahwa berkurangnya paparan infeksi pada masa kanak-kanak berkontribusi pada meningkatnya prevalensi alergi dan asma. Namun tentunya, bukan berarti cacing parasit tidak boleh diberantas.

"Sebelum cacingnya habis diberantas, sebaiknya kita pelajari bagaimana pengaruhnya terhadap sistem imun," kata Prof Taniawati.

Sederhananya, manusia bisa belajar dari cacing tentang cara menekan penyakit-penyakit modern, khususnya diabetes tipe 2, asma, dan alergi. Bukan tidak mungkin, suatu saat muncul obat yang ampuh yang terinspirasi oleh cacing parasit untuk mengatasi penyakit-penyakit tersebut.

"Bukan cacingnya, tapi molekul tertentu di dalamnya. Masih butuh banyak sekali penelitian, tapi ya mungkin saja," kata Prof Maria Yazdanbakhsh, ahli parasitologi dari Leiden University Belkita, yang pada kesempatan yang sama dianugerahi gelar Adjunct Professor oleh FKUI.
Demikianlah informasi tentang dua sisi cacing parasit: berbahaya tapi bisa menangkal penyakit 'modern'. Terima kasih atas kunjungan anda.

Referensi artikel:

Tips Kesehatan - Jantung Bermasalah, Begini Ceritanya Bisa Blackout Seperti Jupe

Jantung Bermasalah, Begini Ceritanya Bisa Blackout Seperti Jupe - Met malam kawula muda. Bagaimana dengan kabar anda di hari ini?
Beberapa waktu yang lalu saya telah membaca info kesehatan tentang jantung bermasalah, begini ceritanya bisa blackout seperti jupe.
Sepertinya ini lumayan menarik untuk dishare disini. Baiklah teman, berikut ini informasi lengkapnya.

Jantung Bermasalah, Begini Ceritanya Bisa Blackout Seperti Jupe








Jakarta -
Gangguan pada jantung bisa memicu blackout atau pingsan, seperti yang dialami aktris seksi Julia Perez baru-baru ini. Ada beberapa mekanisme yang bisa memicu blackout pada gangguan jantung.Aktris yang akrab disapa Jupe tersebut mengaku mengalami blackout saat sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Diduga, penyebabnya adalah serangan jantung. Adanya masalah pada jantung memang bisa memicu blackout lewat berbagai cara.Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa mekanisme terjadinya blackout pada masalah jantung dan pembuluh darah, seperti ditulis Jumat (19/12/2014).







Demikianlah info tentang jantung bermasalah, begini ceritanya bisa blackout seperti jupe. Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan:

Tips Kesehatan - Tak Cuma Menyenangkan, Pelukan Juga Melindungi Tubuh dari Infeksi

Tak Cuma Menyenangkan, Pelukan Juga Melindungi Tubuh dari Infeksi - Met malam kawula muda. Bagaimana dengan kabar anda di hari ini?
Beberapa jam yang lalu admin telah membaca info kesehatan tentang tak cuma menyenangkan, pelukan juga melindungi tubuh dari infeksi.
Sepertinya ini cukup menarik untuk dibahas di blog ini. Baiklah teman, inilah berita lengkapnya.

Tak Cuma Menyenangkan, Pelukan Juga Melindungi Tubuh dari Infeksi


Info Kesehatan






Berpelukan selama ini mungkin lebih banyak disebut-sebut hanya memberikan perlindungan secara psikis alias menimbulkan rasa nyaman. Rupanya manfaat kegiatan ini lebih dari sekadar itu lho.

Ya, studi yang dilakukan oleh Carnegie Mellon University mengungkapkan bahwa serupa seperti menjaga pola makan dan rajin olahraga, berpelukan juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindunginya dari serangan infeksi.

Hasil studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki konflik umumnya kurang mampu melawan virus flu. Selain itu, penelitian sebelumnya juga menyebutkan bahwa orang yang kerap menerima dukungan sosial dapat terlindung dari efek stres pada keadaan psikologis seperti depresi dan kecemasan.

Dalam penelitian kali, peneliti dari Carnegie Mellon University mencoba menguji apakah dukungan sosial dan pelukan efektif melindungi tubuh dari kerentanan terhadap infeksi.

Mereka memberikan kuesioner pada sekitar 400 responden mengenai frekuensi konflik interpersonal dan pelukan dari orang terpercaya. Responden kemudian dipaparkan virus flu biasa dan dikarantina untuk dinilai angka paparan infeksinya.

Para peneliti menemukan bahwa dukungan sosial, khususnya dalam bentuk pelukan, yang dirasakan oleh responden berhubungan dengan risiko infeksi yang dialaminya. Terlepas dari apakah peserta melaporkan mengalami konflik interpersonal, dukungan sosial yang lebih besar dan pelukan yang lebih sering juga membantu mengurangi gejala flu yang muncul di kemudian hari.

"Hal ini menunjukkan bahwa dipeluk oleh orang yang terpercaya dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi efek buruk dari stres, termasuk paparan infeksi," ujar profesor psikologi dari Carnegie Mellon University, Sheldon Cohen, seperti dikutip dari Fox News, Kamis (18/12/2014).

Cohen menambahkan, seseorang yang menerima lebih banyak pelukan juga cenderung lebih terlindung dari infeksi. Saat berpelukan, perasaan nyaman dan bahagia adalah kerja dari hormon oksitosin. Hormon rasa senang ini berhubungan dengan sitem imun atau daya tahan tubuh. Ketika pelepasan oksitosin meningkat, tubuh akan semakin tangguh dalam menangkal penyakit.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.
Demikianlah info tentang tak cuma menyenangkan, pelukan juga melindungi tubuh dari infeksi. Terima kasih atas kunjungan anda.

Sumber bacaan:

Info Kesehatan - Kursi Dua Kaki untuk si Pemalas agar Mau Banyak Bergerak

Kursi Dua Kaki untuk si Pemalas agar Mau Banyak Bergerak - Met siang pembaca. Bagaimana dengan aktifitas saudara di hari ini?
Beberapa jam yang lalu admin telah membaca info kesehatan tentang kursi dua kaki untuk si pemalas agar mau banyak bergerak.
Sepertinya ini cukup menarik untuk dishare di blog ini. Baiklah guys, berikut ini info lengkapnya.

Kursi Dua Kaki untuk si Pemalas agar Mau Banyak Bergerak


Info Kesehatan.

Tak tanggung-tanggung, untuk membuat strukturnya, Malta berkonsultasi terlebih dulu dengan ahli ergonomi serta terapis fisik, demi mendapatkan struktur kursi yang sempurna. Ia mengaku butuh waktu sembilan bulan untuk melakukan riset sekaligus menciptakan kursi ini.

Eits, tak perlu takut jatuh juga saat menggunakan kursi ini. Malta menjamin struktur kursi ini dirancang agar mencegah orang yang mendudukinya terjatuh. Sebab bagian kakinya telah dibuat condong sebesar 12 derajat dari sumbu vertikal. Lagipula kakinya dibuat lebih tinggi dari kursi pada umumnya agar dapat menunjang posisi si kursi.

"Saya sebenarnya tidak membuat ini untuk dijual atau diproduksi secara massal, tapi saya harap kursi ini bisa mendorong orang-orang agar lebih banyak bergerak," pungkasnya.

Dan bila tidak dipakai, kursi ini tinggal diskitarkan ke tembok atau meja saja. Simpel, bukan?
Demikianlah review tentang kursi dua kaki untuk si pemalas agar mau banyak bergerak. Terima kasih atas kunjungan anda.

Sumber artikel: