Berita Kesehatan - Di Beberapa Provinsi, Rabies Masih Tinggi karena Banyak Pemburu

Di Beberapa Provinsi, Rabies Masih Tinggi karena Banyak Pemburu - Selamat pagi khalayak ramai. Bagaimana dengan aktifitas saudara di hari ini?
Beberapa menit yang lalu admin telah membaca info kesehatan tentang di beberapa provinsi, rabies masih tinggi karena banyak pemburu.
Sepertinya ini lumayan menarik untuk dibahas di blog ini. Baiklah guys, inilah berita lengkapnya.

Di Beberapa Provinsi, Rabies Masih Tinggi karena Banyak Pemburu


Info Kesehatan






Memperingati Hari Rabies se-Dunia, Kementerian Kesehatan RI bersama semua pihak terkait gencar melakukan tindakan pencegahan penyakit menular rabies. Rabies adalah salah satu jenis penyakit menular dari hewan yang ditularkan ke manusia lewat luka gigit atau cakar.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia, di Indonesia sendiri ada 65.097 kasus rabies pada tahun 2013. Jumlah tersebut lebih baik dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai 84.750 kasus.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Agus Purwadianto, DFM, SH, MSi, SpF(K), mengatakan Indonesia memiliki target bebas rabies pada tahun 2020. Akan tetapi ia mengakui masih ada beberapa daerah di Indonesia di mana rabies masih menjadi penyakit endemis.

Agus mengatakan daerah di Indonesia dengan tingkat kasus rabies yang tinggi di antaranya adalah Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra Barat. Ia mengatakan daerah-daerah tersebut memiliki kejadian rabies yang tinggi karena banyak masyarakat berprofesi pemburu yang memiliki tingkat interaksi tinggi dengan hewan.

"Di daerah yang endemis itu kita lakukan pemetaan dan setelah itu intervensi baik di vaksin hewannya, peternakannya, maupun manusianya. Hanya dengan cara seperti itu sekaligus sosialisasi bisa mencegah rabies," kata Agus saat ditemui pada acara jalan sehat, Taman Langsat, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2014).

Agus menambahkan sosialisasi yang dilakukan salah satunya memberitahu tindakan pertama yang bisa dilakukan kalau mengalami luka karena hewan. Saat seseorang terluka segeralah cuci luka dengan antiseptik dan air bersih yang mengalir untuk mengurangi risiko terinfeksi.

"Begitu tergigit cepat cuci lukanya dengan sabun karena virus itu kalahnya dengan sabun. Itu prinsipnya. Jangan dikasih yang lain dulu cukup sabun," imbuh Agus.
Demikianlah review tentang di beberapa provinsi, rabies masih tinggi karena banyak pemburu. Terima kasih atas kunjungan anda.

Sumber bacaan: